Pembiasaan Nilai Tanggung Jawab Siswa melalui Kegiatan Piket Kelas di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.31004/basicedu.v10i1.10970Keywords:
Pembiasaan, piket kelas, Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar.Abstract
Pengembangan karakter tanggung jawab pada siswa sekolah dasar menjadi aspek penting dalam proses pendidikan, tetapi pelaksanaanya masih memerlukan strategi pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai proses pembiasaan tanggung jawab siswa melalui kegiatan piket kelas pada siswa kelas IV SD Muhammadiyah Pandeyan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian kegiatan piket kelas sebagai bentuk pembiasaan pasca pembelajaran yang dikaji secara mendalam sebagai strategi pembentukan karakter tanggung jawab siswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dalam proses pengumpulan data dengan desain deskriptif, melibatkan 16 siswa kelas IV sebagai subjek penelitian, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kegiatan piket kelas yang dilakukan secara rutin mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan kelas; siswa mulai menunjukkan inisiatif, konsistensi dalam menjalankan tugas, serta kesadaran menjaga kebersihan tanpa harus selalu diingatkan. Selain itu, peran guru sebagai pembimbing dan pemberi teladan turut memperkuat internalisasi nilai tanggung jawab selama proses pembiasaan berlangsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan piket kelas efektif sebagai sarana pembentukan karakter tanggung jawab siswa melalui pengalaman langsung yang terstruktur dan berkelanjutan
References
Afriliany, M., P, S. N., Kalsum, U., & Sari, H. P. (2024). Pemikiran Filsafat Progresivisme John Dewey dalam Pendidikan. Karakter?: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 1(4), 2–6.
Aisy, M. R., Nurfadhillah, A., & Tresnawati, N. (2025). Optimalisasi Peran Piket Kelas dalam Membentuk Tanggung Jawab Siswa SDN Pegajahan 1. 11(2), 121–128. https://doi.org/10.35569/biormatika.v11i2.2352
Aksan, S. M., Adam, A., Sebe, K. M., & Hairudin, S. N. (2025). Socio-Economic and Humanistic Aspects for The Relevance of John Dewey ’ s Thinking to Contextual Learning in the Era of Independent Learning. 637–643.
Alam, L. (2024). Classroom Cleaning Duty to Cultivate Social Spirit and Responsibility at MTs Negeri 1 Yogyakarta. 1(2), 61–70.
Alifia, S., Putri, F., & Wiranata, I. H. (2022). Peran Strategis Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Moral Pelajar. 563–576.
Dasar, P., & Menengah, D. A. N. (n.d.). Nilai-nilai pendidikan berbasis karakter pada pendidikan dasar dan menengah. 1–12.
Dewanti, N. (2021). Pelaksanaan Pembelajaran dan Bentuk Penilaian pada Masa Pandemi Covid 19. 7, 19–22.
Gunawan, A., . T., & Mulianingsih, F. (2019). Implementasi Penanaman Nilai Karakter Disiplin Dalam Pembelajaran Ips Di Smp Negeri 1
Boja Kabupaten Kendal. Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS, 1(1), 53–59. https://doi.org/10.15294/sosiolium.v1i1.30447
Hamid, A., Jaenudin, R., & Koryati, D. (n.d.). ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 2 TANJUNG RAJA. 1–17.
Handayani, N., & Riswari, L. A. (2023). EduBasic Journal?: Jurnal Pendidikan Dasar Analysis of Responsibility and Discipline Character Values in Students of the State Elementary School of 2 Hadipolo. 5(2), 115–122.
Izzati, U. A., Bachri, B. S., Sahid, M., & Indriani, D. E. (2019). Character education: Gender differences in moral knowing, moral feeling, and moral action in elementary schools in Indonesia. Journal for the Education of Gifted Young Scientists, 7(3), 547–556. https://doi.org/10.17478/jegys.597765
Pratiwi, N. I. (2017). Penggunaan Media Video Call dalam Teknologi Komunikasi. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 1(2), 212.
Kurniawan, S., & Nida Fitriyani, F. (2023). Thomas Lickona’s Idea on Character Education Which Builds Multicultural Awareness: Its Relevance for School/Madrasah in Indonesia. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 33–53.
Lisapaly, G., Kempa, R., & Rumfot, S. (2025). THE ROLE OF THE TEACHER IN SHAPING THE DISCIPLINARY CHARACTER OF UPPER-CLASS ELEMENTARY. 6(2), 206–217.
Mujtahidin, M., & Oktarianto, M. L. (2022). Metode Penelitian Pendidikan Dasar?: Kajian Perspektif Filsafat Ilmu. 9(1).
Nasrudin, E., Alifia Yasha, S., & Supriadi, U. (2025). Implikasi Pandangan Filsafat Pragmatisme John Dewey Terhadap Praktik Pendidikan Serta Relevansinya Dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Jurnal Kajian Ilmiah, 25(1), 1410–9794. http://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/JKI
Rosita, D., Sutisnawati, A., & Uswatun, D. A. (2022). Pendidikan Karakter Nilai Disiplin Dan Tanggung Jawab Dalam Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(2), 449–456. https://doi.org/10.31949/jcp.v8i2.2274
Mukhsen, F. (2022). Early childhood islamic relig?ous education in indonesia:" The case of raudhatul athfal"= Endonezya'da erken çocukluk dönemi ?slami din e?itimi:" Raudhatul athfal örne?i".
Lickona, T. (1992). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam.
Megawangi, R. (2004). Pendidikan karakter solusi yang tepat untuk membangun bangsa. Jakarta: Indonesia Heritage Foundation.
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Siti Nurjanah, Mayda Nurmala Azahwa, Ragil Dian Purnama Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
