Efektivitas Pendekatan Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Realia terhadap Hasil Belajar IPAS Materi Ekosistem Siswa Kelas V Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.31004/basicedu.v10i3.12029Keywords:
IPAS; inkuiri terbimbing; media realia; ekosistem; keterampilan proses sains; Kurikulum Merdeka;Abstract
Pengintegrasian pendekatan inkuiri terbimbing dengan media realia dalam mata pelajaran IPAS di madrasah ibtidaiyah belum banyak dikaji secara empiris, padahal kekayaan ekosistem lokal dapat menjadi sumber belajar autentik yang sangat potensial. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pendekatan Inkuiri Terbimbing berbantuan Media Realia (IT-MR) terhadap hasil belajar IPAS materi ekosistem siswa Kelas V MIN 13 Pidie Jaya, Aceh. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pre-test/post-test control group dengan melibatkan 50 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen (n=25, perlakuan IT-MR) dan kelompok kontrol (n=25, pembelajaran konvensional); data dikumpulkan melalui tes hasil belajar 30 butir (r??=0,89), lembar observasi keterampilan proses sains, dan angket motivasi. Kelompok eksperimen memperoleh rerata post-test 85,6 (SD=7,2), lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol 72,4 (SD=8,1; t(48)=6,624, p<0,001); besar efek sangat tinggi (Cohen’s d=1,72); N-Gain eksperimen g=0,67 (sedang-tinggi) melampaui kontrol g=0,28 (rendah); rerata KPS akhir 3,68/4,00 dan motivasi 3,71/4,00. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa IT-MR merupakan pendekatan yang efektif, holistik, dan relevan secara lokal untuk meningkatkan hasil belajar, keterampilan proses sains, dan motivasi siswa madrasah ibtidaiyah
References
Anam. (2015). Pembelajaran Berbasis Inkuiri: Metode dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Andarie et al. (2023). Penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas VII. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(4), 1–12. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i4.5025 .
Arsyad. (2014). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Barus et al. (2024). Meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran fisika materi fluida statis. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 1553–1563. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i2.6468 .
Dimyati & Mudjiono. (2015). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Furtak et al. (2012). Experimental and quasi-experimental studies of inquiry-based science teaching: A meta-analysis. Review of Educational Research, 82(3), 300–329. https://doi.org/10.3102/0034654312457206.
Hasanah & Mahmudah. (2021). Pengaruh penggunaan media realia terhadap hasil belajar IPA siswa sekolah dasar. urnal Basicedu, 5(5), 3548–3557. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1346.
Hidayat et al. (2022). Analisis keterampilan proses sains siswa SD dalam pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 10(2), 215–228. https://doi.org/10.24815/jpsi.v10i2.24012.
Kemendikbudristek. (2022). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPAS Fase C (Kelas V–VI). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemendikbudristek. (2022). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPAS Fase C (Kelas V–VI). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Lestari & Artawan. (2023). Efektivitas pendekatan inkuiri terbimbing berbantuan lingkungan alam terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran, 7(1), 45–54. https://doi.org/10.23887/jipp.v7i1.56112.
Minner, et al. (2010). Inquiry-based science instruction: What is it and does it matter? Results from a research synthesis years 1984 to 2002. Journal of Research in Science Teaching, 47(4), 474–496. https://doi.org/10.1002/tea.20347 .
Mulyasa, E. (2019). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Novita et al. (2022). Designing learning trajectory for ecosystem concept using local wisdom-based realia. Journal of Physics: Conference Series, 2309(1), 012048. https://doi.org/10.1088/1742-6596/2309/1/012048.
Pratiwi et al. (2023). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap motivasi dan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(1), 72–84. https://doi.org/10.21009/JPD.0141.07.
Rustaman. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
Sanjaya, W. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Sirait & Manurung. (2022). Pengaruh pembelajaran berbasis konteks lokal terhadap motivasi dan keterlibatan kognitif siswa SD dalam pembelajaran sains. Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika, 10(2), 112–123. https://doi.org/10.23971/jpasm.v10i2.3891.
Sundayana, R. (2016). Statistika Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Trianto. (2011). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif - Progresif. Jakarta: Kencana.
Wahyuni et al. (2021). Penerapan inkuiri terbimbing berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPA siswa SD. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 5(4), 628–636. https://doi.org/10.23887/jisd.v5i4.38742.
Widowati et al. (2021). Analisis keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran IPA berbasis proyek di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(3), 412–421. https://doi.org/10.15294/jpii.v10i3.30234.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Muhibuddin, Khairunnisak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
